Penggunaan dan Pemeliharaan Alat Ukur (Optical Power Meter / OPM)

 

3. Penggunaan dan Pemeliharaan Optical Power Meter 




      Berikut ini penjelasan cara penggunaan dan pemeliharaan optical power meter yang benar. 

a. Penggunaan Optical Power Meter 

    Penggunaan optical power meter (OPM) untuk mengukur daya cahaya yang ditransmisikan pada serat optik, dapat dilakukan dengan bantuan maupun tanpa bantuan optical light source (OLS). 

1) Penggunaan Optical Power Meter (OPM) dengan Bantuan OLS 

Penggunaan OPM dengan bantuan OLS dilakukan dengan langkah-langkah berikut.
  1. Memasang salah konektor pada ujung sserat optik ke adapter Tx pada OLS, dan konektor di ujung satunya ke adapter OPM.
  2. Menyalakan OPM dengan menekan tombol power.
  3. Memeriksa spesifikasi OLS terkait panjang gelombang (wavelength) yang dipancarkan, lalu menyesuaikan panjang gelombang yang ada pada OPM dengan data tersebut dengan menekan tombol A
  4. Memperhatikan layar OPM untuk menentukan daya yang diterima oleh OPM (dalam satuan dBm), yang artinya daya yang dipancarkan OLS.

2) Penggunaan Optical Power Meter Tanpa Bantuan OLS 

    Penggunaan OPM tanpa bantuan OLS dilakukan dengan langkah-langkah berikut. 
  1. Menyalakan OPM dengan menekan tombol power. 
  2. Menekan tombol A untuk menyesuaikan panjang gelombang dengan spesifikasi cahaya yang ditransmisikan. 
  3. Menghubungkan OPM dengan serat optik yang sinyalnya akan diukur. 
  4. Memperhatikan hasil pengukuran yang ditampilkan pada layar dalam satuan dBm. Hasil pengukuran juga bisa diatur dalam satuan dB dengan menekan tombol dB. 
  5. Mengulangi pengukuran beberapa kali untuk memastikan keakuratan hasil pengukuran untuk kemudian menentukan nilai rata-rata sebagai hasil pengukuran yang dipakai. 

b. Pemeliharaan Optical Power Meter 

  1.     Agar performa optical power meter (OPM) dan OLS tetap optimal saat dioperasikan, ada beberapa langkah pemeliharaan yang dapat dilakukan. Langkah-lagkah tersebut diantaranya sebagai berikut. 
  2. Melindungi port keluaran cahaya dengan penutup jika OLS tidak digunakan dalam waktu lama. 
  3. Membersihkan port keluaran yang kotor dengan kapas alkohol atau menghubungi pabrikan (supplier) jika tidak bisa dibersihkan. 
  4. Mengeluarkan baterai dari tempatnya jika alat tidak digunakan dalam waktu lama. 
  5. Tidak membongkar alat sembarangan ketika terjadi kerusakan. Lebih baik menghubungi pabrikan jika ada masalah pada alat.
  6. Tidak melihat adaptor OLS secara langsung saat sumber cahaya menyala karena keluaran laser dapat membahayakan mata.
  7. Mengganti atau mengisi ulang baterai jika lampu keluaran tidak stabil atau kinerjanya berkurang secara signifikan selama pengoperasian karena kekurangan daya listrik.

Komentar